Kamis, 10 November 2011

FOTO HABIB DAN ULAMA


HABIB MUNZIR ALMUSAWA( PIMPINAN MAJLIS ROSULULLOH)
HABIB MUNZIR AL MUSAWA
AL’ALAMAH AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ(PENGASUH PON-PES DARUL MUSTHOFA HADROMAUT YAMAN)
AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ
Habib Umar bin Hafidz dan Habib Umar bin Hud Cipayung Bogor
HABIB UMAR BIN HAFIDZ dan Habib Muhammad alwi al maliki
AL HABIB ALWI AL MALIKI DAN HABIB UMAR BIN HAFIDZ
HABIB MUHAMMAD BIL FAQIH (PENGASUH PON-PES DARUL HADIST MALANG)
Habib Muhammad bin Al Musnid Habib Abdulloh Bil faqih
Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf ( Pimpinan Majlis AlKifahi jakarta )
HABIB UMAR BIN ABDURRAHMAN ASSEGAF
Habib Zindan bin novel ( Jakarta barat)
Al Musnid Syech Muhammad Al ya’qubi Al hasani (Damaskus)
syech-muhammad-al-yaqubi-al-hasani.jpg
HABIB RIZIQ AS SYEHAB(KETUA FRONT PEMBELA ISLAM)
HABIB RIZIQ (KETUA FPI)
HABIB HASAN BIN JAFAR ASSEGAP(PIMPINAN NURUL MUSTHOFA)
HABIB HASAN BIN JAFAR ASEGAF
HABIB SALIM ASSYATIRI (YAMAN)
HABIB SALIM ASSYATIRI
HABIB ALI BIN ABDURRAHMAN ASSEGAF DAN HABIB HASAN BIN JA’FAR ASSEGAF
ABIB ALI BIN ABDURRAHMAN ASSEGAF DAN HABIB HASAN BIN JA’FAR ASSEGAF
HABIB ALI AL JUFRI
habib ali aljufri
HABIB HAMID AL KAFF ( jakarta)
HABIB HAMID AL KAFF
HABIB SYECK ALI AL JUFRI (CONDET JAKARTA)
HABIB SYECK ALI AL JUFRI
Habib Soleh bin Ahmad bin Salim Alaydrus ( malang jawa timur)
Habib Soleh bin Ahmad bin Salim Alaydrus,
HABIB MUSTAFA BIN ABDULLOH ALAYDRUS(PIMPINAN MAJLIS SYAMSI SYUMUS)
HABIB MUSTAFA BIN ABDULLOH ALAYDRUS
HABIB HUSEIN BIN ABDULLOH ASSEGAF ( GRESIK JAWA TIMUR)
hb-husein-b-abdullah.jpg
HABIB AHMAD BIN ALI ASSEGAF ( JAKARTA)
Habib Umar bin Abdulloh al athos ( rawabelong Jakarta )
Habib Abdurrahman bin Muhammad Al habsy (kwitang jakarta)
Habib Abdurrahman bin Abdulloh bil faqih ( Darul hadist malang jawa timur)
SYECH HISYAM AL KA’BANI
SYECH YUSUF AL HASANI
SYECH NAZIM ADIL AL HAQQANI
Syech Muhammad ali Ashobuni
Syech Muhammad Ali Assanusi

Nasibah bin Ka’ab


Nasibah bin Ka’ab adalah putra dari Abdulloh bin Kaab yang bergelar Ummu Umaroh , Beliau  sosok wanita pertama yang mengangkat senjata berperang bersama Rosululloh Saw dalam perang UHUD yang telah menewaskan ribuan Sahabat – sahabat Rosululloh saw termasuk keluarga Nasibah bin Ka’ab yang semuanya gugur ikut berperang mendampingi Rosululloh saw. Ketika kaum Muslimin yang dipimpin Rosululloh saw berperang di Bukit UHUD , kala itu Nasibah bin Ka’ab sedang berada di rumah dan berkumpul dengan anggota keluarganya. Nasibah mendengar Teriakan riuh dan gema Takbir ‘Alloh huakkbar”, dan Nasibah memberitahu suaminya “Sa’id ” bahwa Rosululloh  SAW dan pasukannya sedang bertempur di bukit UHUD. Seketika itu bangkitlah Sa’id dan menyuruh istrinya mempersiapkan Kuda dan senjata untuk ikut bergabung dengan rosululloh berperang melawan tentara kafir. Bawalah Pedang ini dan jangan Pulang sampai kau memperoleh kemenangan” kata Nasibah memberi semangat suaminya yang akan berperang. Ditatap wajah istrinya dengan penuh Cinta berangkatlah Sa’id dan bergabung dengan Rosululloh saw dan Rosulpun menatap Said dengan senyuman.
mujahiddes
Dengan gagah Said bertempur dengan pasukan kafir hingga akhirnya Said gugur ditebas pedang oleh tentara kafir. Lalu Rosululloh mengutus Sahabat untuk menemui istri Sa’id dirumah bahwa suaminya telah gugur. Berangkatlah utusan tersebut untuk menemui Nasibah bin Kaab istri Sa’id di rumah. “Assalamualaikum ” Wahai Nasibah ada Salam dari Rosululloh dan Suamimu Said telah gugur ” ,kata Utusan Rosululloh .”  Innalillahi wa inna ilahi roji’un  , alhamdulillah suamiku telah memperoleh kemenangan , lihatlah Wahai kedua anakku , Ayahmu telah memperoleh kemenangan , dia telah menjadi Syahid, Ibu menangis bukan karena sedih kehilangan Ayahmu Nak….tapi ibu sedih karena tidak ada yang menggantikan ayahmu untuk berjuang bersama Rosululloh . Bangkitlah Amar putra tertua Nasibah bin Kaab ,  Wahai ibu biar aku yang menggantikan posisi ayah untuk berjuang bersama Nabi Muhammad saw . Alhamdulillah pergilah Nak….jangan kau biarkan Rosulullloh terluka. Berangkatlah Amar bin Said bersama utusan Rosululloh dan menghadap Rosululloh SAW. Wahai Rosululloh Saya Amar putra Said akan bergabung dengan mu membela agama Alloh.  Rasululloh saw memeluknya dengan haru” Engkau pemuda islam sejati dan Alloh memberkatimu. Bertempurlah Amar bin Said dengan gagahnya menghalau pasukan kafir. Hingga akhirnya Amar gugur sebagai Syahid. Datanglah utusan kembali  menemui Nasibah bin Ka’ab dan mengabarkan berita gugurnya Amar putra tertua Nasibah. Meneteslah air mata Nasibah mendengar berita tersebut, melihat hal itu Ututsan Rosululloh mencoba menghiburnya . Namun Nasibah dengan Tegar mengatakan “Aku menangis bukan karena kehilangan putraku Amar , tapi siapa lagi yang aku utus untuk membantu Rosululloh saw berperang, sedangkan putra keduaku Saad masih terlalu remaja untuk ikut berperang melawan pasukan kafir ” Tiba tiba Saad putra kedua Nasibah bangkit’ Wahai ibu biar aku masih remaja izinkan aku juga membantu Rosulullloh dan akan aku buktikan bahwa aku mampu berperang seperti Ayah dan kakakku. Mendengar hal itu bukan main senangnya Nasibah bin Kaab, Alhamdulillah berangkatlah nak sampaikan salam ku untuk Rosululloh . Walaupun masih remaja namun kemampuan Saad untuk bertempur sangat luar biasa, banyak pasukan kafir yang tewas ditangan Saad. Bak singa mengamuk Saad mempora porandakan pertahanan pasukan kafir, hingga akhirnya sebilah anak panah menembus jantungnya dan gugurlah Saad dengan senyum kemenangan. Dan rosulullloh pun  kembali mengutus sahabatnya untuk menyampaikan gugurnya Saad kerumah Nasibah . Wahai sahabat Rosul aku sudah tidak punya siapa siapa lagi , hanya tubuh renta ini yang aku  miliki maka bawalah aku menemui Rosululoh untuk ikut berperang dengannya dengan lantang Nasibah mengutarakan Niatnya untuk berperang bersama Rosululloh. Menghadaplah Nasibah menemui Rosululloh untuk ikut angkat senjata bersamanya.” Wahai Nasibah belum waktunya perempuan untuk angkat senjata kata Rosululloh, untuk itu kau Rawatlah para prajurit yang terluka karena pahalanya sama dengan orang yang berperang.
Nasibah   turut berjuang bersama pasukan muslimin dalam perang Uhud. Nasibah  hanya  membawa kantong air untuk memberi minum para pejuang serta perban untuk membalut luka mereka. Namun saat Nasibah  melihat kemenangan kaum muslimin yang telah digenggam tiba tiba  lepas karena banyak pasukan yang tidak menaati rasullulloh,Pasukan Rasululloh meninggalkan Bukit Uhud dan beberapa mereka mengumpulkan harta rampasan Perang  dan Nasibah  melihat orang orang  meninggalkan rasululloh, maka Nasibahpun  pun maju untuk membentengi rasullulloh dari serangan orang- orang kafir  kafir. Ia berjuang begitu gigih demi melindungi Rosululloh SAW, dengan sebilah pedang Nasibah ikut berperang melindungi Rosululloh . Orang orang yang tadinya meninggalkan rosululloh tercengang  ketika Rosulullloh di serang oleh pasukan kafir. Keadaan semakin kacau pasukan Rosululloh banyak yang gugur. Tangan Kanan Nasibah putus terhempas pedang kaum Kafir, namun tak mematahkan semangatnya untuk tetap berjuang membela agama Alloh. Dengan lengan yang putus Nasibah mencari Rosululloh dan merasa khawatir akan keselamatan Rosululloh dan hatinya galau takut Rosululloh Saw terluka, dan tiba tiba Pedang kaum kafir menebas lehernya robohlah tubuh Nasibah ketanah . dan seketika itu pula langit menjadi Gelap dan mendung . kedua pasukan yang saling bertempur terperangah melihat kejadian tersebut.  Rasululloh saw pun bersabda” Kalian lihat langit tiba tiba mendung? itu adalah bayangan ribuan malaikat yang menyambut kedatangan arwah Nasibah Syahidah yang perkasa”. Subhahanalloh

ULAMA-ULAMA NUSANTARA


KH.HASYIM ASY’ARI (TEBUIRENG JOMBANG)
KH.HASYIM ASYARI
KH.IDRIS KAMALI (TEBUIRENG JOMBANG)
KH.IDRIS KAMALI
kh.bisri syansuri dan Kh Abdul wahab chasbulloh(jawa timur)
kh.bisri syansuri
Kh.Adlan aly ( Jombang Jawa timur)
kh.Ali maksum
kh.Ali Maksum
KH.MUHAMMAD THOWIL ( PON-PES ASSALAMIYAH BANTEN)
KH MUHAMAD TOWIL
KH.ABDULLAH ABBAS (BUNTET CIREBON)
KH.ABDULLAH ABBAS
KH.ISHOMUDDIN HADZIK(PON-PES TEBUIRENG)
KH.ISHOMUDDIN HADZIK (GUS ISHOM)
KH.ABDULLAH SYAFEI(JAKARTA)
KH.ABDULLOH SYAFEI
KH.CHOLIL BISRI (REMBANG JAWA TENGAH)
KH.CHOLIL BISRI
KH.MAMOEN ZUBAIR (TENGAH)
KH.MAMOEN ZUBAIR (TENGAH)
KH.FUAD HASYIM
KH.FUAD HASYIM
TRIO KYAI BUNTET CIREBON
TRIO KYAI BUNTET CIREBON
KH.Munasir
KH.USMAN ABIDIN (JAKARTA)
KH.USMAN ABIDIN
HABIB LUTHFI BIN YAHYA (KETUA THAREKAT NAQSABANDIYYAH) DAN KH.USMAN ABIDIN
HABIB LUTHFI BIN YAHYA DAN KH.USMAN ABIDIN
SYECH MUHAMMAD ABDUL MALIK BIN ILYAS ( KEBUMEN JATENG)
SYECH MUHAMMAD ABDUL MALIK
KH.ABDUL HAMID (PASURUAN)
KH.ABDUL HAMID
KH. ASNAWI (CARINGIN BANTEN)
KH.ASNAWI (CARINGIN BANTEN)
KH.SAID BIN KH ARMIA (TEGAL)
KH.SAID BIN KH ARMIA (TEGAL JAWA TENGAH)
KH.AHMAD SIDDIQ
KH.AHMAD SIDIQ
Syech Yusuf Al makassary ( makasar sulawesi)
syeck Yusuf Al makassary
Syech Nawawi Al Bantani( tanara banten)
SYECK NAWAWI AL BANTANI (GURU KYIAI INDONESIA)
KH.MUHAMMAD NAWAWI AL BANTANI (TANARA BANTEN)
khmuahmmad-nawawi-albantanijpg.jpg
KH.NOER ALI ( UJUNG HARAPAN BEKASI)
KH.NOER ALI (BEKASI)
KH.ACHMAD DJAZULI USMAN (KEDIRI JAWA TIMUR)
KH.ACHMAD DJAZULI USMAN
KH.HAMIM DJAZULI ( GUS MIEK KEDIRI)
KH.HAMIM DJAZULI (GUS MIEK)
KH.MAKSUM DJAUHARI (LIRBOYO JAWA TIMUR)
KH.MA’SUM JAUHARI
KH.SYAFI’I HADZAMI ( JAKARTA)
KH.SYAFI’I HADZAMI
KH.SYAFI’I HADZAMI ( KANAN)
KH.ILYAS RUCHIYAT ( JAWA BARAT)
KH.ILYAS RUCHIYAT
KH.YUSUF HASYIM (TEBUIRENG JOMBANG)
KH.YUSUF HASYIM
KH.ABDUL ROSYID SYAFI’I ( PIMPINAN ASSYAFI’IYAH JAKARTA)
KH.ABDUL ROSYID SYAFI’I
KH.MUSLIM RIFA’I IMAMPURO( PON-PES ALMUTTAQIEN KLATEN)
KH.MUSLIM RIFA’I IMAMPURO (MBAH LIM KYAI NYENTRIK)
KH.SONHAJI ( KEBUMEN JAWA TENGAH)
KH.SONHAJI KEBUMEN
KH.ABDULLAH FAQIH (KIRI) { TUBAN JAWA TIMUR}
KH.ABDULLAH FAQIH (SEBELAH KIRI)
KH.HASYIM MUZADI DAN DR YUSUF QORDOWI
KH.HASYIM MUZADI DAN DR YUSUF QORDOWI
KH.DIMYATI ROIS (KENDAL JAWA TENGAH)
KH.DIMYATI ROIS KENDAL JAWA TENGAH
KH.PROF.ANWAR MUSADDAD ( GARUT JAWA BARAT)
KH.PROF.ANWAR MUSADDAD
KH.YAHYA (BANDUNG)
KH.YAHYA (BUYA YAHYA)
TUAN GURU HAJI TURMUDJI BADRUDIN (LOMBOK NTB)
TUAN GURU HAJI TURMUDJI BADRUDDIN
KH.MUKHTAR SYAFAAT (BANYUWANGI)
KH.MUKHTAR SYAFA’AT
Syeck arsyad al banjari
KH MUHAMMAD DIMYATI (CIDAHU BANTEN)
KH.MUHAMMAD KHOLIL ( MADURA)
khm-kholil-madura
ULAMA ULAMA NU
Syech Yasin Al Padani dan para Ulama
Syech Yasin Al Padani ( padang )
Kh.Mubarok bin Nuh ( Suryalayah Jawa barat)
KH.A Shohibul Wafa ( abah Anom suryalaya jawa barat)
KH .ABDULLOH BIN NUH ( BOGOR)
KH. M ARAWANI ( JAWA TENGAH)
SYECK SULAIMAN ARRASULI ( MINANGKABAU)
SYECH AHMAD KHATIB SAMBAS (KALIMANTAN)
Kh Muhammad Zainuddin Abdul Majid ( Lombok
KH.RADEN MUHAMMAD AMIN ( KALI BATA JAKARTA)
KH RADEN MUHAMMAD AMIN (GURU AMIN KALI BATA)
KH.BUSTHOMI ( BANTEN)
kh-busthomi-banten
KH. SANJA ( ULAMA AHLI NAHWU SHOROF BANTEN)
kh-sanja-banten
KH.MAMA OBAY ( KARAWANG JAWA BARAT)
kh-mama-obay-karawang
KH.ARSYUDIN ( TENJO BOGOR)
kh-arsyudin-tenjo-bogor
SYECH TUBAGUS AHMAD BAKRI ( PURWAKARTA )
syech-tubagus-ahmad-bakri-purwakarta
KH.MUHAMMAD DIMYATI ( CIDAHU BANTEN)
abah-dimyati
kh-dimyati-cidahu-pandeglang
KH.HAMIM DZAJULI/GUS MIK ( KEDIRI JAWA TIMUR)
GUS MIK
Kh.maksum/Gus maksum ( jawa timur)
kh, Maksum jauhari
Kh.Muhiddin ( cirebon)
kh.muhiddin kuningan cirebon
Syech Muhammad abdul malik ( Kebumen